MAKALAH
PERGAULAN REMAJA MASA KINI

Disusun Oleh :
Nama :
NIS :
Kelas : X TKR 2
Instansi Pendidikan : Teknik Kendaraan Riangan
SMK
CIPTA KARYA PREMBUN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
DAFTAR ISI
A.
HALAMAN JUDUL ............................................................................. 1
B.
DAFTAR ISI ......................................................................................... 2
C.
BAB I : PENDAHULUAN .................................................................. 3
1.
Latar Belakang ................................................................................. 3
2.
Rumusan Masalah ............................................................................ 3
3.
Tujuan Penulisan .............................................................................. 3
D.
BAB II : PEMBAHASAN ................................................................... 4
1.
Pengertian Remaja ............................................................................ 4
2.
Pengertian Pergaulan
Remaja Masa Kini ......................................... 4
3.
Karakteristik
Psikologi Remaja dan Permasalahannya ..................... 6
4.
Faktor-Faktor
Penyebab Pergaulan Remaja...................................... 7
5.
Tantangan
Yang Dihadapi Remaja Masa Kini ................................. 8
6.
Dampak
Pergaulan Remaja .............................................................. 8
7.
Solusi Permasalahan Remaja
Masa Kini............................................ 9
E.
KESIMPULAN ..................................................................................... 10
F.
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pergaulan remaja pada zaman
sekarang ini sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Semua media massa baik
elektronik maupun cetak dengan leluasa menampilkan hal-hal yang dapat
mengakibatkan merusak akhlak generasi muda pada masa sekarang ini. Remaja DULU dan
KINI sangat berbeda dan tidak relevan lagi apabila kita membandingkannya.
Masa
remaja adalah masa transisi ketika anak beranjak dewasa. Masa ini pun dianggap
rawan dan kebanyakan orang tua menjadi gelisah dan khawatir terhadap anaknya
yang menginjak usia remaja. Apakah remaja dapat memilih jalan yang baik, atau
justru salah jalan dalam pergaulan? Fenomena ini sudah tidak asing lagi dalam
kehidupan masa kini, justru hal ini menjadi sangat memprihatinkan karena
perkembangan remaja masa kini lebih banyak jatuh pada jalan pergaulan yang
salah.
Untuk
itu, pendampingan dan perhatian bagi remaja yang sedang mencari jati diri
sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekitarnya memiliki peranan penting,
seperti orang tua, orang dewasa yang dapat memberi teladan yang patut di
contoh, teman sebaya, lingkungan sekitar, dll.
B. Rumusan Masalah
1. Siapakah remaja itu?
2. Apa pengertian pergaulan remaja
masa kini?
3. Bagaimana karakteristik dan
permasalahan remaja?
4. Faktor
apa saja yang menyebabkan permasalahan remaja?
5. Tantangan apa yang dihadapi
remaja masa kini?
6. apa dampak permasalahan remaja?
7. Bagaimana cara mengatasi
permasalahan remaja?
C. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas komputer.
2. Mengetahui perkembangan remaja
masa kini.
3. Berbagi kepada para remaja masa
kini agar dapat memilih jalan pergaulan yang benar.
4. Untuk
mengurangi intensitas permasalahan remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Remaja
Para ahli sependapat bahwa Remaja adalah mereka yang berusia sekitar 13-18
tahun. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Pada usia sekitar
13-18 ini remaja sudah tidak dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih
belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola
hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode
coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering
menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan
dan orang tuanya. Kesalahan yang dibuat para remaja hanya akan menyenangkan
teman sebayanya. Hal ini terjadi karena mereka memang masih dalam masa mencari
identitas. Masa remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat
penting.
Harold
Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja
merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang
terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger
berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang kritis yang mungkin dapat
merupakan the best of time and the worst of time.
B.
Pengertian Pergaulan Remaja Masa Kini
Sebagai makhluk sosial, manusia tak lepas dari orang lain. Begitu
pula dengan remaja. Ia memerlukan interaksi dengan orang lain untuk mencapai
kedewasaannya. Yang perlu dicermati adalah bagaimana seorang remaja itu
bergaul, dengan siapa, dan apa saja dampak pergaulannya bagi dirinya, orang
lain, dan lingkungannya.
Pergaulan
berasal dari kata “GAUL”.Pergaulan itu sendiri maksudnya kehidupan sehari-hari
dalam persahabatan ataupun masyarakat. Namun tidak demikian dikalangan
kebanyakan remaja saat ini. “Gaul” menurut dimensi remaja-remaja adalah ikut
dalam trend, mode, dan hal-hal yang berhubungan dengan glamoran hidup. Harus
masuk ke dalam geng-geng, sering bergabung, dan konkow-konkow diberbagai tempat
seperti mall, tempat wisata, game center, dan lain-lain. yang mana pada
akhirnya, gaul dimensi remaja akan menimbulkan budaya konsumtif.
Solidaritas dan kesetiakawanan
sering dijadikan landasan untuk terjun kedunia hura-hura. Dengan “setia kawan”
itu pula kebanyakan remaja mulai merokok, minum-minuman keras, mengonsumsi
narkoba, dan bahkan seks bebas. Kalau tidak ikut kegiatan-kegiatan geng ataupun
teman nongkrong bisa dianggap tidak setia kawan, paradigma seperti inilah yang
menggerayangi pikiran sebagian remaja masa kini. Sebenarnya dengan tindakan itu
mereka telah merusak kemurnian makna dari solidaritas dan kesetiakawanan itu
sendiri.
Jika ditinjau lebih dalam “Gaul” tidak akan menimbulkan banyak
dampak negatif jika standar nilai yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu,
standar nilai yang sesuai dengan kebudayaan kita yang penuh dengan tata krama
dan kesopanan. Hanya saja, mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging di
sebagian remaja saat ini tidaklah mudah. Semua itu memerlukan sinergi
dari semua pihak, baik oranng tua, keluarga, pemuka masyarakat, pemerintah, dan
yang tak kalah pentingnya adalah peran kita sendiri sebagai remaja yang akan
menjalani kehidupan dalam bingkai kata “gaul” itu sendiri.
Pergaulan remaja dibagi ke dalam
dua aspek, yakni :
1.
Pergaulan Remaja yang Sehat
Pergaulan remaja yang sehat adalah pergaulan yang sesuai
dengan etika pergaulan.
Adapun
beberapa cara mengembangkan pergaulan yang sehat diantaranya:
a.
Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi
anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta
ketaatanterhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan,
bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami
norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar
tidak terjerumusdalam pergaulan yang tidak sehat.
b.
Memiliki rasa setia kawan
Agar
dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan
sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja
masyarakat menjadi tentram.
c.
Memilih teman
Maksud
dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh
dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang
pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman
dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
d. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
Bagi mereka yang mengisi waktu
senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu
akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu,
jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif.
Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
e.
Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga
jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena
dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
f.
Menstabilkan emosi
Jika
memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan
diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.
g.
Etika Pergaulan Remaja
Etika
berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti:
tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak,
watak, perasaan,sikap cara berpikir. Dalam bentuk jamak ta etha´ artinya adalah
adat kebiasaan. Arti inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah etika´
oleh Aristoteles (384-322 SM): ilmu tentang adat kebiasaan, apa yang biasa
dilakukan. Etika mempunyai pengertian yang cukup dekat dengan moral. Moral dari
bahasa latin mos jamaknya mores berarti kebiasaan, adat. Dalam kamus bahasa
Indonesia pertama kali tahun1988 kata mores dipakai dalam arti yang sama yakni
adat kebiasaan. Jadi kata moral dan etika keduanya berasal dari kata yang
berarti adat kebiasaan.
2. Pergaulan Remaja yang tidak Sehat
Pergaulan
remaja zaman sekarang memang sangat memprihatinkan , tidak jarang berbagai
berita mengenai kenakalan remaja bermunculan. Mulai dari genk motor tawuran,
seks bebas, sampai pada penggunaan narkotika
NAPZA. Ini menunjukkan bahwa pergaulan remaja saat ini sudah tidak sehat lagi.
Cara pergaulan remaja yang seperti sekarang ini tentu saja sangat menimbulkan
dampak negatif . Selain memperburuk situasi dan kondisi pergaulan remaja dan
mempengaruhi cara hidup remaja lain, cara pergaulan remaja yang seperti
sekarang juga dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi anak cucu kita.
C.
Karakteristik Psikologi Remaja dan
Permasalahannya
1. Secara intelektual remaja mulai
dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak.
2. Berfungsinya kegiatan kognitif
tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan,
serta memecahkan masalah.
3. Sudah mampu menggunakan
abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak.
4. Munculnya
kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis.
5. Memikirkan masa depan,
perencanaan, dll.
6. Mengalami kecanggungan dalam
pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
7. Ketidakstabilan emosi.
8. Adanya sikap menentang dan
menantang orang tua.
9. Pertentangan di dalam dirinya
sering menjadi pangkal penyebab permasalahannya.
D.
Faktor-faktor penyebab pergaulan remaja
Ada
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan remaja sebagai
berikut :
1. Faktor orang tua
Para
orang tua perlu menyadari bahwa zaman telah berubah. Sistem komunikasi,
pengaruh media massa, kebebasan bergaul dan modernisasi di berbagai bidang.
Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan ntah antar orang tua atau pada anaknya
jelas berdampak pada anak. Ketika anak tumbuh remaja, ia akan belajar bahwa
kekerasaan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar jika ia
melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya
ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan dan tidak
berani mengembangkan indentitasnya yang unik. begitu bergabung dengan teman-temannya.
Ia akan menyerahkan dirinya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian
dari identitas yang dibangunnya.
2. Sekolah
Sekolah
pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya
menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas
pengajarannya. Karena itu lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya
untuk belajar misalnya, suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak
relevan, dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dll. Akan menyebabkan
siswa lebih senang melakukan kegiatan diluar sekolah bersama teman-temannya.
Baru setelah itu masalah pendidikan, dimana guru jelas memainkan peranan paling
penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan,
serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan
dalam mendidik siswanya meskipun caranya berbeda.
3. Faktor lingkungan
Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang
sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian.
Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang
berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang
sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh
kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari
lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk
munculnya perilaku berkelahi.
E.
Tantangan yang dihadapi remaja masa
kini
Saat
ini, kita banyak dibanjiri oleh berbagai informasi yang bisa dengan mudahnya
didapat. Baik melalui media cetak, media elektronik ataupun yang terbaru
melalui dunia maya atau internet. Informasi-informasi tersebut dapat berupa hal
yang positif maupun negatif. Salah satu informasi negatif yang banyak menjadi
perhatian adalah informasi mengenai konten-konten dewasa, yang dapat diakses
oleh semua orang dengan mudah terutama melalui internet. Dikhawatirkan dengan
banyaknya arus informasi tanpa batasan tersebut dapat merubah persepsi remaja mengenai
seks dan seksualitas. Keluarga dan sekolah merupakan tempat yang tepat bagi
remaja untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai pendidikan seks, karena
biasanya remaja mengambil contoh dari prilaku orang tua dan orang dewasa lain
di sekitarnya.
Memang
sampai saat ini banyak orang yang masih merasa tabu untuk membicarakan masalah
seks tersebut dengan sesama orang dewasa apalagi dengan anak-anak. Tetapi yang
harus disadari adalah, biasanya remaja akan mencari panutan dari orang tua,
jadi apabila orang tua hanya diam saja tanpa memberikan informasi yang tepat
mengenai seksualitas, maka remaja dapat memperoleh informasi yang salah dan
menjerumuskan mereka dalam bahaya.
F.
Dampak pergaulan remaja:
1. Kenakalan dalam keluarga
Remaja
yang labil umumnya rawan sekali melakukan hal-hal yang negatif, di sinilah
peran orang tua. Orang tua harus mengontrol dan mengawasi
putra-putri mereka dengan melarang hal-hal tertentu. Namun, bagi sebagian anak
remaja, larangan-larangan tersebut malah dianggap hal yang buruk dan mengekang
mereka. Akibatnya, mereka akan memberontak dengan banyak cara. Tidak
menghormati, berbicara kasar pada orang tua, atau mengabaikan perkataan orang
tua adalah contoh kenakalan remaja dalam keluarga.
2.
Kenakalan dalam pergaulan
Dampak
kenakalan remaja yang paling nampak adalah dalam
hal pergaulan.
Sampai saat ini, masih banyak para remaja yang terjebak dalam pergaulan yang
tidak baik. Mulai dari pemakaian obat-obatan terlarang sampai seks bebas.
Menyeret remaja pada sebuah pergaulan buruk memang relatif mudah, dimana remaja
sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif yang menawarkan kenyamanan semu.
Akibat pergaulan bebas inilah remaja, bahkan keluarganya, harus menanggung
beban yang cukup berat.
3.
Kenakalan dalam pendidikan
Kenakalan
dalam bidang pendidikan memang sudah umum terjadi, namun
tidak semua remaja yang nakal dalam hal pendidikan akan menjadi sosok yang
berkepribadian buruk, karena mereka masih cukup mudah untuk diarahkan pada hal
yang benar. Kenakalan dalam hal pendidikan misalnya, membolos sekolah, tidak
mau mendengarkan guru, tidur dalam kelas, dll.
G.
Solusi Permasalahan remaja masa kini
1.
Pentingnya kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua dalam hal dan
keadaan apapun.
2.
Pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Pengekangan terhadap seorang
anak akan berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Di hadapan orang tuannya
dia akan bersikap baik dan patuh, tetapi setelah dia keluar dari lingkungan
keluarga, dia akan menggunakannya sebagai pelampiasan dari pengekangan itu,
sehingga dia dapat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan orangtuanya.
3.
Seorang anak hendaknya bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda 2 atau
3 tahun baik lebih tua darinya. Hal tersebut dikarenakan apabila seorang anak
bergaul dengan teman yang tidak sebaya yang hidupnya berbeda, sehingga dia pun
bisa terpengaruh gaya hidupnya yang mungkin belum saatnya untuk dia jalani.
4.
Pengawasan yang lebih terhadap media komunikasi, seperti internet, handphone,
dan lain-lain.
5.
Perlunya bimbingan kepribadian bagi seorang anak agar dia mampu memilih dan
membedakan mana yang baik untuk dia maupun yang tidak baik.
6.
Perlunya pembelajaran agama yang diberikan sejak dini, seperti beribadah dan
mengunjungi tempat ibadah sesuai agamanya.
KESIMPULAN
Masa remaja adalah masa yang
sulit dan kritis, karena itu perlunya pemahaman akan arti remaja dan semakin
berkembang menjadi dewasa itu seperti apa, sehingga para remaja tidak langsung
stres dan kemudian mengira perkembangan itu membuat mereka takut. Maka keluarga
lah yang seharusnya memberikan pemahaman pada anak remajanya, supaya tidak
bertambah lagi remaja bergaul sembarangan yang ada di Indonesia. Selain
orangtua, ternyata lingkungan dapat berpengaruh pada kepribadian remaja. Jadi,
para remaja pun dituntut untuk lebih peka terhadap setiap pengaruh yang ada.
Remaja harus bisa memilih mana yang baik dari setiap perilaku yang akan mereka
lakukan, agar tidak merugikan dirinya dan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://romantisnya-remajaku.blogspot.com/2009/02/pergaulan-remaja-masa-kini.html
http://ekachuby.blogspot.com/2007/12/pergaulan-remaja-masa-kini.html
Kartini ,Kartono,Dr .Kenakalan Remaja.Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.2005
- See more at:
http://erwinalien.blogspot.co.id/2013/10/makalah-pergaulan-remaja-masa-kini.html#sthash.1Ka8qfYR.dpuf
Wow, disini juga ada lo kak http://collagesct.yolasite.com/https://hubpages.com/autos/Youngsct.
BalasHapusMakasih ya aku suka makalamu dan makasi karena makala mu aku sadar akan sifatku selama ini
BalasHapus